II.1. Definisi
Poliomyelitis (polio) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dan sebagian besar menyerang anak-anak berusia di bawah 5 tahun. Polio tidak ada obatnya, pertahanan satu-satunya adalah imunisasi.Virus polio masuk ke tubuh melalui mulut, dari air atau makanan yang tercemar kotoran penderita polio. Juga disebabkan kurang terjaganya kebersihan diri dan lingkungan. Virus ini menyerang system syaraf dan bisa menyebabkan kelumpuhan seumur hidup dalam waktu beberapa lama.
II.2. Etiologi
Penyebab penyakit polio terdiri atas tiga strain yaitu strain 1 (brunhilde) strain 2 (lanzig), dan strain 3 (Leon). Strain 1 adalah yang paling paralitogenik atau yang paling ganas dan sering kali menyebabkan kejadian luar biasa atau wabah. Strain ini sering ditemukan di Sukabumi. Sedangkan Strain 2 adalah yang paling jinak.
II.3. Jenis polio
Penyakit Polio terbagi atas tiga jenis yaitu Polio non-paralisis, Polio paralisis spinal, dan Polio bulbar. -Polio non-paralisis menyebabkan demam, muntah, sakit perut, lesu, dan sensitif. Terjadi kram otot pada leher dan punggung, otot terasa lembek jika disentuh. -Polio Paralisis Spinal Jenis Strain poliovirus ini menyerang saraf tulang belakang, menghancurkan sel tanduk anterior yang mengontrol pergerakan pada batang tubuh dan otot tungkai.
II.4. Patofisiologi
Virus polio masuk melalui mulut dan hidung,berkembang biak di dalam tenggorokan dan saluran pencernaan,diserap dan disebarkan melalui system pembuluh getah bening.
Virus ini dapat memasuki aliran darah dan mengalir ke sistem saraf pusat menyebabkan melemahnya otot dan kadang kelumpuhan (paralisis ).
II.5. Pemeriksaan Diagnostik1. Pemeriksaan Lab ; Pemeriksaan darah,Cairan serebrospinal, Isolasi virus volio.
2. Pemeriksaan radiologyII.6. Tanda dan Gejala
· Demam
· Rasa lelah
· Sakit kepala
· Muntah-muntah
· Rasa kaku pada leher
· Rasa sakit pada kaki atau tangan
II.7. Resiko terjadinya polio
· Belum mendapatkan imunisasi polio
· Bepergian ke daerah yang masih sering ditmukan polio
· Kehamilan usia sangat lanjut atau sangat muda
· Luka dimulut atau hidung dan tenggorokan (misalnya setelah menjalani pengangkatan amandel atau cabut gigi )
II.8. Pengobatan
Bagaimana mencegah dan membasmi polio dari muka bumi?
Satu-satunya cara mencegah dan membasmi polio adalah melalui pemberian vaksin polio, yaitu :
• Pemberian imunisasi polio lengkap kepada bayi (usia kurang dari 12 bulan) melalui program imunisasi rutin, atau
• Pemberian imunisasi polio kepada bayi dan balita (usia 0 – 59 bulan) melalui imunisasi massal, yang disebut PIN (Pekan Imunisasi Nasional)
II.9. PengkajianSatu-satunya cara mencegah dan membasmi polio adalah melalui pemberian vaksin polio, yaitu :
• Pemberian imunisasi polio lengkap kepada bayi (usia kurang dari 12 bulan) melalui program imunisasi rutin, atau
• Pemberian imunisasi polio kepada bayi dan balita (usia 0 – 59 bulan) melalui imunisasi massal, yang disebut PIN (Pekan Imunisasi Nasional)
1. Riwayat Kesehatan
Riwayat pengobatan penyakit-penyakit dan riwayat imunitas
2. Pemeriksaan Fisik
a. Nyeri kepala
b. Paralisis
c. Refleks tendon berkurang
d. Kaku kuduk
e. Brudzinky
b. Paralisis
c. Refleks tendon berkurang
d. Kaku kuduk
e. Brudzinky
II.10. Asuhan keperawatan pada klien polio
Diagnosa keperawatan
1. Gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan susah menelan
Tujuan dan kriteria hasil:
Setelah dilakukan tindakan 2x24 jam kebutuhan nutrisi tercukupi dengan kriteria hasil:kadar albumin,dan elektrolit normal,porsi makan dihabiskan minimal ¾ porsi.
Intervensi:
· Mandiri
· Tentukan motivasi pasien u ntuk mengubah kebiasaan makan
· Pantau nilai laboratorium,khususnya transferin,albumin dan elektrolit
· Kemampuan pasien untuk memenuhi nutrisi
· Kolaborasi
· Diskusi dengan dokter kebutuhan stimulasi nafsu makan
· Makakanan pelengkap
· Pemberian makanan melalui selang NGT,atau nutrisi parenteral total agar asupan kalori yang adekuat dapat dipetahankan.
2. Gangguan mobilitas fisik berhubngan dengan kelumpuhan anggota gerak
Tujuan dan kriteria hasil:
Setelah dilakukan tindakan 2x24 jam klien dapat beraktivitas dengan kriteria hasil :klien menunjukkan indikator-indikator memerlukan bantuan dari orang lain untuk pertolongan atau pengajaran ).
Intervensi :
· Mandiri
· Lakukan tindakan ROM
· Lakukan masase untuk menghindari dekubitus
· Lakukan terapi aktivitas ambulasi
· Lakukan perubahan posisi
· Kolaborasi
· Kolaborasi dengan fisioterapi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar